Waktu (Ceritapendeksekali)
Sudah kuungkapkan begitu banyak apa-apa saja yang kurasakan. Sudah berkali-kali kubilang seberapa jauh aku jatuh padamu. Sudah kucoba usaha-usaha yang mungkin dilakukan, sesuai kadar yang kau perbolehkan.
Sudah kau katakan juga yang kau rasakan, walau ragu aku meyakini itu.
Kalau kau tanya aku, aku tetap ingin menunggu, mencoba sebisa yang aku mampu, aku tetap ingin dekat denganmu. Tapi juga rasanya aku bingung, apa lagi yang bisa kulakukan, apa lagi yang bisa kukatakan, yang bisa kubicarakan denganmu. Rasanya yang tersisa hanya menerima perkataanmu, bahwa kau tidak siap dan tidak akan pernah siap. Kau bilang, mau bagaimana lagi sampai aku akan berhenti? Hari ini.
Mungkin saja kalau kita lahir dalam kondisi berbeda, di semesta berbeda, dengan alam yang aneh rupanya, mungkin kau memilihku, mungkin menyukaiku dengan yakin.
Pun di alam ini, mungkin saja suatu waktu akan tiba saat kau memilihku, jatuh padaku, dan mengatakannya dengan yakin. Aku berdoa semoga waktu itu tidak pernah tiba, tidak pernah terjadi. Karena kupastikan saat waktu itu tiba, perasaanku sudah telanjur hambar terhadapmu.
Komentar (0) 💬
Belum ada komentar. Mari aja lah kalau mau komeng, aku sule.
Balas komentar ✍️