Suka (Ceritapendeksekali)

•ceritapendeksekali

Aku pernah punya orang yang sangat kusukai, seorang paling ideal yang punya semua hal yang kusukai, sangat kusukai, sampai-sampai bertatap muka pun badanku sudah menolak duluan kadung malu bertemu. Lalu dia menikah.

Aku pernah punya orang yang kusayangi, yang semua waktuku kucoba sediakan agar bisa hadir untuknya, barangkali dia membutuhkanku sewaktu-waktu. Lalu dia menyakitiku, membuat seolah semuanya tentangku tidak pernah ada pentingnya baginya. Aku banyak punya orang yang kusebut orang-orang yang aku menaruh rasa suka, hingga sayang. Pun semuanya berakhir sama. Ada yang menghilang tiba-tiba, ada yang ternyata tidak begitu menyukaiku, ada yang menjadikanku seolah pilihan cadangan saat ia kehilangan pilihan-pilihan yang mendahuluiku, ada yang datang hanya saat butuh, ada yang ternyata tidak juga menyukaiku, ada yang diam-diam menjadikanku orang kedua dan seterusnya.

Pun bukan berarti aku nyaman berada di dekat perempuan. Pikiranku selalu ke mana-mana. Dari memikirkan masa depan yang buruk hingga masa depan indah bersama orang-orang itu. Pun tak luput aku membayangkan kejadian-kejadian indah dan kejadian-kejadian paling buruk yang bisa mengisi waktu bersama. Beberapa benar terjadi. Kesimpulanku, aku selalu tidak nyaman. Dadaku berdebar, perutku sakit, badanku gemetar, kakiku tidak kuat, tanganku kesulitan menggenggam, kepalaku isinya silih berganti kosong dan penuh. Cemas.

Namun aku pun pernah punya orang yang sangat menyayangiku. Nampaknya dia tergila-gila padaku, saat itu aku juga menyayanginya. Namun rasaku padanya perlahan hilang. Aku nyaman dengannya, tapi aku kehilangan rasa itu. Lalu aku pun nampaknya membuatnya sakit. Aku pun pernah tiba-tiba hilang dari orang yang nampaknya menyukaiku dan sempat kuberikan harapan. Semuanya, nampaknya terjadi karena aku sangat tidak nyaman. Aku takut mereka kapan-kapan berbuat jahat padaku, pun aku juga takut kapan-kapan aku yang berbuat jahat, aku takut mengacau saat masa-masa indah itu betul terjadi. Takut.

Aku bilang aku takut, aku cemas, tapi aku pun tetap menginginkan perempuan. Aku betul-betul ingin dicintai sebesar aku mencintai perempuan itu. Aku mencari, dan aku takut. Seringkali aku mundur bahkan sebelum ada interaksi.

Saat ini, aku akhirnya bisa dekat dengan seorang perempuan. Tidak bisa kubilang dia perempuan paling ideal. Tapi bisa kubilang aku sangat menyukainya. Aku sangat suka berbicara dengannya. Aku suka bercerita padanya tentang hal-hal penting sampai yang tidak ada pengaruhnya pada dunia. Aku menyayanginya, terlalu cepat rasa ini muncul, tapi aku benar menyayanginya.

Cemas dan takutku tentu saja ada. Sangat ada. Setiap siang, setiap malam, bahkan setiap bangun tidur dadaku sudah sesak.

Aku mencoba menerjemahkan apa yang kurasakan sebenarnya. Hanya bingung yang kudapat.

Apa yang sebenarnya aku cemaskan? Apa yang aku takutkan? Bahwa ternyata dia hanya berpura-pura menyukaiku? Bahwa ternyata dia hanya ingin bermain-main saja entah dalam konotasi baik ataupun buruk? Bahwa ternyata interaksiku dengannya menurutnya biasa saja dan selalu dia lakukan dengan siapa pun? Bahwa ternyata semua yang dia lakukan padaku selalu dengan intensi buruk?

Aku tidak tahu dengan jelas, tapi aku pun mendambakan masa-masa indah dengannya. Sangat kudambakan dia menyatakan bahwa dia merindukanku setiap hari, bahwa dia menyayangiku setiap hari. Aku selalu ingin mengabarinya segala hal yang kulakukan, yang kurasakan setiap hari. Pun kudambakan dia lakukan hal yang sama. Kudambakan dia menceritakan harinya padaku. Kudambakan dia menjadikanku kontak nomor satu untuk dihubungi kapan-kapan dia perlu sesuatu atau genting.

Tapi aku juga takut. Takut saat masa-masa indah itu datang, ternyata aku yang belum siap, ternyata aku yang menjahatinya, ternyata aku yang mengacau, sehingga semua harus dimulai lagi dari awal. Aku tidak tahu kapan harus berhenti seperti ini. Rasanya sakit setiap hari. Cemas setiap hari. Takut setiap hari. Tapi aku tetap mendambakannya.

Tuhan, selamatkan aku dari hal-hal buruk, pertemukan aku dengan hal-hal baik. Aku selalu membaca bahwa rahmat-Mu tidak terbatas. Berikanlah satu padaku malam ini, Tuhan, agar aku bisa tidur dengan tenang.


Komentar (0) 💬

Belum ada komentar. Mari aja lah kalau mau komeng, aku sule.

Balas komentar ✍️